SEMERU – MAHAMERU, Samudra Luas di atas Awan

Kenangan yang tidak akan pernah sirna dari ingatanku yaitu proses perjuangan mencapai puncak Mahameru di Gunung Semeru. Tubuh ini menyentuh Puncak Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang melebihi 3.600 m dpl itu tepat pada tanggal 9 Juli 2007 bersama 10 sahabat BRIPETA SMA Negeri 4 Surabaya pukul 05.45 WIB. Very sexy and beatiful moment.

Thanks God for every sexy and beautiful thing…

Thanks God for every sexy and beautiful thing…

Keberangkatan dimulai pada tanggal 6 Juli 2007 setelah aku selesaikan test SPMB, test masuk kuliah selama 2 hari 4-5 Juli 2007. Tidak terencana, itu lah aku! Aku memutuskan untuk ikut perjalanan 5 hari lebih begitu saja, tanpa banyak pikir..pasca stress memberikan tanda bulat-bulat pensil 2B di lembar ujian SPMB IPC itu. Sengaja aku tidak minta izin pada Bapak dan Ibu tercinta karena tidak ingin membuat mereka khawatir.

Stasiun Blimbing Malang

Stasiun Blimbing Malang

6 Juli 2007, 15.00 WIB Dari Stasiun Gubeng Surabaya kami di angkut kereta ekonomi untuk tujuan Malang. Menurut orang-orang untuk ke arah Semeru harus terlebih dahulu ke daerah Tumpang (Kaki G. Semeru), tapi saat itu gak ada satu pun yang tau harus turun di Stasiun Belimbing atau Stasiun Kota Malang (Bingung tingkat dewa). Ada sebagian teman sudah turun dari kereta saat di Belimbing, tapi sebagian dari kami yang bilang ini adalah pemberhentian yang salah, dan posisinya aku sudah turun dan kereta sudah mulai berjalan pelan. Akupun berhasil naik dengan 2 temanku, tapi 2 temanku lagi tidak bisa mengejar saat kereta sudah mulai menambah kecepatan menuju stasiun Malang Kota. Karena kami adalah satu Tim, maka aku dan teman yang di atas kereta memutuskan untuk keluar dari kereta yang mulai melaju stabil dengan melompat keluar. Alhasil kami mendapati beberapa luka di kaki dan tangan karena jatuh bersama carrier volume 60 liter per orangnya. L

Lyn TA Tumpang Arjosari

Lyn TA Tumpang Arjosari

Setelah Kejadian itu kuputuskan untuk menelpon Bapak dan Ibu dirumah sebelum melanjutkan perjalanan berikutnya yang aku tidak tau apa lagi yang akan terjadi. Astaghfirullah, Ibuku nangis campur marah “kamu tuhh cewekk…koq yoh nekat toh ndukk…kudunya kamu di rumah banyak berdoa biar SPMB mu lulus dan bisa kuliah di Univ. Negeri…” and bla bla bla..terus terdiam…”ya wis lah ati-ati, banyak baca doa nduk…banyak baca shlawat, jangan lupa shalat…”dan selesai, izin dari keduanyapun sudah kudapatkan.

Di angkut Hard Top Tumpang

Di angkut Hard Top Tumpang

Dengan angkot atau lyn atau bemo TA (Tumpang Arjosari) kami menuju Tumpang dan bermalam di sana. Tanggal 7 Juli 2007 pukul 08.12 WIB kami naik Hard Top lanjut ke Ranu (Danau) Pani. Pukul 11.00 sesampainya di Ranu Pani kami melanjutkan perjalanan tentunya setelah melakukan pendaftaran di POS Penjagaan. Tidak sampai pukul 18.00 WIB kami sudah sampai di Ranu Kumbolo dan sempat berhenti di Shelter Bukit Ajek-Ajek saat pukul 12.22 WIB. Ranu Kumbolo adalah danau yang paling istimewa, romantis, cantik, dan eksotik saat kita melakukan pendakian Semeru. Di sana kami mendirikan tenda dan bermalam. Hawa dingin, Sinar Bulan, Hangat Api Unggun, Suara Hewan Malam menemani tidur kami di Alam.

Ranu Pani - Danau Selamat Datang untuk Perjalanan ke Semeru

Ranu Pani – Danau Selamat Datang untuk Perjalanan ke Semeru

Mulai Tracking

Mulai Tracking

Shelter Ajek-Ajek Santai dulu Ah.....

Shelter Ajek-Ajek Santai dulu Ah…..

Menatap lebih jauh Tujuan kami - Mahameru

Menatap lebih jauh Tujuan kami – Mahameru

Tanggal 8 Agustus Pukul 12 siang setelah sarapan, berenang, dan melipat tenda aku dan para sahabat BRIPETA melanjutkan kembali perjalanan, melewati Tanjakan Cinta yang katanya bisa dapet jodoh, Pet Mati hamparan yang kering, Blok Oro-Oro Ombo, Jambangan dan Arco podo yang memiliki pepohonan rindang. Pukul 17.23 WIB kami dirikan kembali  mendirikan Tenda di Arco podo. Beristirhat di suhu yang lebih dingin dari sebelumnya Hingga Tiba saatnya yang ditunggu-tunggu pukul 11.30 malam kami bergegas melakukan pendakian ke puncak dan meninggalkan barang-barang kami.

Senja Di Ranu Kumbolo

Senja Di Ranu Kumbolo

Pagi Di Ranu Kumbolo

Pagi Di Ranu Kumbolo

Sempatkan Berenang di Danau, Rasakan Kesegarannya..gak papa meski gak bawa baju lagi

Sempatkan Berenang di Danau, Rasakan Kesegarannya..gak papa meski gak bawa baju lagi

Siap-siap Lanjut.....

Siap-siap Lanjut…..

Tanjakan Cinta

Tanjakan Cinta

Blok Oro-Oro Ombo

Blok Oro-Oro Ombo

Blok Jambangan

Blok Jambangan

Blok Arcopodo

Blok Arcopodo

Jalanan yang terus menanjak, pasir dan bebatuan terjal yang kadang membuat kaki selip, jalur yang kurang jelas membuat ancaman nyasar…bukannah penghalang bagi 6 laki-laki dan 5 perempuan ini untuk bisa menyapa Sang Surya terbit dari Mahameru. Tepat Pukul 05.45 aku dan tante vony menjadi perempuan pertama yang sampai di Mahameru (Tempat menatap Samudra di Atas Awan) untuk 9 Agustus 2007. 3 Memoriam ada di sana, dan salah satunya tercantum nama Soe Hok Gie & Idhan Lubis. Hatiku Rasanya Gemetar saat itu…ada rasa takud, rasa syukur, rasa bahagia, rasa bebas, bercampur aduk. Anehnya sekian hari tanpa sinyal di HP pas di puncak malah ada sinyal, ya sudah langsung saja aku buat telepon Ibuku, aku bilang “aku sudah sampai, aku minta maaf, dan aku sayang Ibu..”hanya beberapa detik dan sinyalpun kembali hilang.

menyapa Sang Surya terbit dari Mahameru (Tempat menatap Samudra di Atas Awan)

menyapa Sang Surya terbit dari Mahameru (Tempat menatap Samudra di Atas Awan)

5 Perempuan...sexy and beautiful girls

5 Perempuan…sexy and beautiful girls

6 laki-laki Tahan Duingiiinnn

6 laki-laki Tahan Duingiiinnn

Memoriam Soe Hok Gie di Mahameru

Memoriam Soe Hok Gie di Mahameru

Jam 08.11 WIB kami sudah turun, katanya bahaya kalau kelamaan di atas bisa kena racun vulkanik. Kami lanjut turun ke Ranu Kumbolo dan bermalam sekali lagi.

Turun...Turunnn.. Pulang Pulang...

Turun…Turunnn.. Pulang Pulang…

Prasasti Ranu Kumbolo

Prasasti Ranu Kumbolo

Jembatan Gerbang Ranu Kumbolo

Jembatan Gerbang Ranu Kumbolo

Tanggal 10 Agustus Pukul 12 siang kami melanjutkan perjalanan menuju Ranu Pani untuk izin pulang di POS dan kembali Pulang ke Surabaya dengan Kereta Ekonomi. Kami terlelap dengan penuh kepuasan selama perjalanan. Thanks God for every SEXY and Beatiful thing in this world. Alhamdulillah… (Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi semua, Amien)

DANGER!!! but AWSOME..!!!

DANGER!!! but AWSOME..!!!

Thanks to Tante Vony, Dika, Kipli, Arie, Mas Jemek, Mas Gondrong, Mas Kuro, Mas Mbah, Mas Ndol, Mas Qemon, ateng ma Mas Evan yang dah bawa aku ke sana. Miss you all

semoga Agam my bero..bisa nyusul kesana…kasian betul tuh bocah…wkwkwk..piss…

3 thoughts on “SEMERU – MAHAMERU, Samudra Luas di atas Awan

  1. Miss-Want-Someone says:

    ingin deh rasanya pergi ke Mahameru lihat Samudra Diatas Awan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s